![]() |
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Secara Dratis Mengalami Penurunan Setelah Libur Lebaran Idul Fitri Tahun Ini - Photo By Hasanah Id - Bobby Suryo |
PANGKALPINANG, INDONESIA - Jakarta, 8 April 2025 – Pasar saham Indonesia diguncang badai dahsyat! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok drastis 9,2% pada pembukaan perdagangan hari ini, menukik ke level terendah sejak Juni 2021 dan memicu penghentian perdagangan selama 30 menit. Setelah perdagangan dilanjutkan, IHSG sedikit pulih namun tetap mencatat penurunan tajam sebesar 8,5%.
Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah juga terpuruk, melemah 1,8% hingga mencapai rekor terendah sepanjang masa di angka Rp16.850 per dolar AS, melampaui titik nadir saat krisis finansial Asia.
Penyebab utama dari gejolak pasar ini adalah pengumuman tarif baru oleh Amerika Serikat, termasuk bea masuk sebesar 32% untuk produk asal Indonesia, yang memicu kepanikan di kalangan investor.
Menanggapi situasi genting ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) segera memperketat aturan perdagangan untuk mencegah aksi jual besar-besaran. Batas auto-rejection untuk penurunan harga saham kini ditetapkan pada 15%, lebih ketat dibanding sebelumnya yang berkisar antara 20% hingga 35%. Selain itu, pemicu penghentian perdagangan sementara diperluas: penurunan indeks sebesar 8% akan menghentikan perdagangan selama 30 menit, penurunan 15% akan menghentikan perdagangan untuk 30 menit tambahan, dan jika indeks jatuh lebih dari 20%, perdagangan akan dihentikan sepanjang sisa hari tersebut.
Bank Indonesia (BI) juga turun tangan dengan mengumumkan intervensi agresif di berbagai pasar keuangan untuk menstabilkan rupiah dan menjaga kepercayaan pasar.
Para analis pasar menilai bahwa meskipun langkah-langkah ini dapat memberikan kelegaan sementara, diperlukan strategi pemerintah yang lebih komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% dan mempertahankan surplus perdagangan Indonesia. Pemerintah Indonesia berencana mengirim delegasi ke Washington untuk bernegosiasi dan mengusulkan peningkatan pembelian produk AS sebagai upaya meredakan ketegangan perdagangan.
Gejolak ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku pasar dan pembuat kebijakan akan pentingnya kesiapan menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
==========================================================================
Reference :
=========================================================================
Tag : IHSG Anjlok, Bursa Saham, Krisis Pasar, Ekonomi Indonesia, Saham Jatuh
==========================================================================
Bastian
Editor
Bastian

Post a Comment