![]() |
Jurusan IPA, IPS, Dan Bahasa Di Tingkat Sekolah Mengengah Atas ( SMA ) Akan Segera Diadakan Kembali Setelah 3 Tahun Pensi - Photo By Shutterstock / Ibenk_88 |
PANGKALPINANG, INDONESIA - Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang dengan keputusan mengejutkan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Setelah empat tahun menerapkan Kurikulum Merdeka yang menghapus sistem penjurusan di SMA, pemerintah mengumumkan akan menghidupkan kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa mulai tahun ajaran 2025/2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mendukung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang akan menggantikan Ujian Nasional. Mu’ti menekankan bahwa penjurusan akan membantu siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA dengan lebih fokus pada mata pelajaran yang sesuai dengan jurusan yang dipilih.
Namun, keputusan ini menuai beragam tanggapan dari berbagai pihak. Praktisi pendidikan Heriyanto mengkritik kebijakan sebelumnya yang menghapus penjurusan, menyebutnya menyulitkan siswa dalam menentukan jalur akademik sesuai minat dan cita-cita mereka. Ia menambahkan bahwa banyak siswa yang berubah pikiran mengenai pilihan jurusan saat memasuki kelas XII, sehingga sistem peminatan dianggap kurang efektif.
Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menilai bahwa penjurusan tidak lagi relevan jika hanya didasarkan pada pelaksanaan TKA. Menurutnya, siswa dapat mengikuti TKA dengan sistem peminatan seperti saat ini tanpa perlu adanya pembagian jurusan yang kaku.
Pengamat pendidikan Gandi Parapat menyambut positif kembalinya sistem penjurusan, namun mengingatkan perlunya evaluasi menyeluruh untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.
Dengan berbagai pandangan yang muncul, polemik mengenai pengembalian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA diperkirakan akan terus bergulir. Pemerintah diharapkan dapat menampung masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan kebijakan pendidikan yang terbaik bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Bastian

Post a Comment